Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

Pemprov Sulteng Mulai Bangun Infrastruktur Rp604,8 Miliar Lewat Program Berani Lancar

badge-check


					Groundbreaking Program Berani Lancar, di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (Foto: Istimewa) Perbesar

Groundbreaking Program Berani Lancar, di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Sigi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mulai merealisasikan investasi infrastruktur senilai Rp604,8 miliar melalui Program Berani Lancar yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan dan rekonstruksi jalan serta jembatan di sejumlah daerah, Minggu (7/6/2026).

Peluncuran program yang dipusatkan di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses bagi kawasan yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan instrumen penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:
Anwar Hafid: 50 Tahun Tinombala Raya Jadi Bukti Keberhasilan Program Transmigrasi”

Menurutnya, keberadaan jalan dan jembatan yang memadai akan berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan. Selain itu, infrastruktur juga berperan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Program Berani Lancar tahun 2026 mencakup 24 paket pekerjaan yang tersebar di berbagai kabupaten, di antaranya Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala.

Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi rekonstruksi ruas jalan provinsi, pembangunan akses jalan baru, rehabilitasi jalan desa, hingga pembangunan dan penggantian jembatan yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.

Sejumlah ruas strategis yang menjadi prioritas antara lain Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Simpang Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli, Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha di Kabupaten Morowali Utara, serta sejumlah ruas penghubung kawasan produksi dan permukiman di wilayah Banggai, Buol, dan Banggai Kepulauan.

Di tengah penyesuaian kapasitas fiskal daerah, Anwar Hafid menegaskan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut dia, pemerintah melakukan efisiensi pada sejumlah belanja operasional agar ruang fiskal tetap tersedia untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus tetap dibangun karena menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik,” kata Anwar Hafid.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan proyek agar pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan memberikan manfaat jangka panjang.

Baca Juga:
Gubernur Anwar Hafid Apresiasi Operasi Trisila-26 TNI AL, Perkuat Sinergi Pertahanan dan Pengabdian Masyarakat”

Menurutnya, partisipasi publik menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas, transparansi, dan akuntabilitas pembangunan yang dibiayai melalui anggaran daerah.

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyambut baik dimulainya Program Berani Lancar. Ia menilai pembangunan jalan dan jembatan akan memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur memiliki dampak luas karena tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga memperlancar distribusi hasil produksi dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Melalui Program Berani Lancar, Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik antarwilayah, percepatan distribusi komoditas unggulan, serta terbukanya akses bagi kawasan yang selama ini relatif terisolasi.

Program tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan konektivitas dan daya saing daerah guna menopang pertumbuhan ekonomi Sulteng dalam beberapa tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi